"Sebutkan petunjukmu sebagai petunjuk jalan dan kelurusan sebagai
kelurusan tujuan, karena keterkabulan mengikuti penggambaran. Maka
barang siapa yang penggambarannya paling baik kepada Al Haq, doanya akan
terkabul “ (HR Muslim)
Mereka yang masih terus mencari karena ingin selalu meningkatkan taraf
hidup dan kesuksesan mereka, atau istilah kerennya disebut "the Seekers"
(alias Para Pencari), pasti sudah pernah mendengar tentang the Law of
Attraction (atau Hukum Ketertarikan atau Hukum Tarik Menarik), yang inti
sari dari teori tersebut adalah apa yang kita gambarkan dalam pikiran
dengan penggambaran yang terfokus itulah, yang akan kita tarik masuk
dalam hidup kita.
Hampir sebagian besar masyarakat dunia sudah pernah mendengar tentang
konsep Law of attraction (LOA), apalagi setelah terbitnya film dan buku
"the Secret" karya Rhonda di tahun 2006, yang menyebar pesat ke seantero
dunia dan menjadi satu trend dan dibahas di mana-mana. Ribuan buku
telah ditulis tentangnya, ribuan TV show digarap berdasarkannya, dan
jutaan website menulis tentangnya. Tetapi anehnya, di negara asal "the
Secret" sendiri, yaitu Amerika Serikat, kondisinya justru merunyam hanya
dua tahun sesudah lahirnya buku the Secret. Krisis ekonomi dahsyat
menerjang negara superpower ini dan imbasnya menyebar ke seluruh penjuru
dunia. Krisis yang mengakibatkan jutaan manusia kehilangan
pekerjaannya.
Sementara di belahan bumi lainnya, kondisi runyam juga terus terjadi,
termasuk di negara kita ini. Ironis, bukan ? Padahal the Secret
mengajarkan tentang satu hukum alam yang bisa menjadi kunci ampuh
pembuka segala macam jenis kesuksesan bernama the Law of Attraction. Di
mana salahnya ? Apakah the Law of Attraction itu bohongan ? Ataukah yang
diajarkan di the Secret itu hanya konspirasi untuk menghasilkan
keuntungan ekonomi bagi pembuatnya saja ?
Kalau kita bisa mendapatkan kebaikan yang kita inginkan, yang terfokus
dalam pikiran kita, (karena tidak ada orang yang menginginkan
keburukan), tapi anehnya kenapa banyak yang ketarik ke dalam hidup
mereka justru keburukan ? Sebenarnya apa yang terjadi ? Setelah
direnungi, ternyata tidak banyak manusia yang benar-benar paham akan
cara kerja hukum Ketertarikan ini.
Sebenarnya The Law of Attraction atau kita singkat menjadi LoA / LOA
adalah sebuah hukum alam yang usianya sudah setua alam raya ini, tetapi
telah ribuan tahun pula rahasia ini tidak banyak dipahami manusia.
Jadi tidaklah mengejutkan kalau sekarangpun, walau telah pernah membaca
dan mendengar tentangnya, masih juga kita tidak semuanya dan sepenuhnya
paham akan LOA.
Sebuah kitab klasik kuno dari India "Bhagavad Gita" pernah menyindir :
"Banyak kunci rahasia hidup yang telah diajarkan sejak zaman dahulu
kala, dan telah menjadi bagian kehidupan manusia dari masa ke masa.
Tetapi mereka tidak disebut sebagai RAHASIA tanpa alasan. Kunci sukses
tersebut disebut RAHASIA, bukan karena hal ini tersembunyi, tetapi
karena sampai kapanpun hanya akan ada sedikit orang yang siap, bisa dan
bersedia mendengar atau mengetahuinya."
Begitu pula Nabi Muhammad Saw, 1500 tahun yang lalu sudah mengungkapkan teori LOA ini dalam hadits- haditsnya.
"Rasulullah SAW bersabda : Allah berfirman: "Aku bersama sangkaan
hamba-Ku pada-Ku, maka hendaklah ia berprasangka dengan apa yang ia
inginkan (bukan yang ia risaukan atau khawatirkan)". (Hadits Qudsy)
"Apabila Rasulullah berdoa, beliau mengangkat kedua tangannya, lalu
mengusap wajahnya dengan kedua tangannya “ Di dalam riwayat lain
disebutkan, “Beliau menyuruh para sahabatnya untuk melakukan hal itu dan
menganjurkannya “ (HR Ibnu Majah)
“ Sebutkan petunjukmu sebagai petunjuk jalan dan kelurusan sebagai
kelurusan tujuan, karena keterkabulan mengikuti penggambaran. Maka
barang siapa yang penggambarannya paling baik kepada Al Haq, doanya akan
terkabul “ (HR Muslim)
“ Keabsahan penggambaran mengikuti ilmu yang benar dan kesaksian
(syuhud) yang sahih. Karena itu Rasulullah SAW bersabda “ Kalau kamu
mengenal Allah, niscaya doamu dapat menggerakkan gunung “. (HR Ibnu As
Sunni)
Tapi mayoritas para ulama Islam, menafsirkan hadits hadits tersebut
dengan pemahaman yang tersuratnya saja, sehingga wajar kalau banyak umat
Islam yang tidak memahami tentang the Secret, yang tersirat dalam
hadits hadits tersebut, atau mungkin karena memang konsep LOA yang
tersirat dalam hadits itu "a secret" atau "sirrul asrar", rahasianya
rahasia.
Sebenarnya The Law of Attraction atau LOA ini adalah bagian dari sekian
banyak Hukum Alam yang pelan dan latif tapi pasti, mulai bisa dipahami
manusia. The Law of Attraction (LoA /LOA) adalah sebuah hukum alam yang
usianya sudah setua alam raya ini, dan telah ribuan tahun pula rahasia
ini tidak banyak dipahami manusia. Karena itulah ia disebut "the Secret"
atau ilmu Sirrul Asrar.
Hukum Alam atau the Universal Laws atau Hukum Semesta atau the Laws of
the Universe atau Hukum Tuhan atau Sunatullah, (semua istilah ini sama
maknanya, merujuk ke hal yang sama alias sinonim), singkatnya, adalah
sekumpulan Hukum Alam yang disertakan Tuhan pada saat penciptaan,
sebagai Operating System Jagad Raya ini.
Ibaratnya, alam raya ini sebuah komputer, the Laws of the Universe
itulah yang menjalankan fungsi-fungsi khususnya. Mirip Operating System
(OS) sebuah komputer, yang membuatnya bisa digunakan untuk menghitung,
membaca, menulis, mencari, dan berhubungan dengan dunia luar, dunia maya
dan sebagainya.
Sebenarnya jika kita telusuri, banyak hukum yang mengatur aspek
spiritual alam raya ini dan kehidupan manusia di dalamnya. Dan inilah
yang sedikit pelik dan sulit dipahami manusia. LOA sebagai salah satu
hukum-hukum ini, merupakan salah satu yang paling penting untuk kita
pahami bila kita menginginkan kesuksesan yang hakiki. Hanya sayangnya,
LOA masuk ke bagian hukum alam yang agak pelik untuk dipahami. Bila
dibicarakan terlalu dalam akan rumit, sementara bila disederhanakan,
bisa hilang unsur-unsur tertentunya, sehingga pemahaman yang didapat
juga kurang tepat atau akurat.
Bisa jadi inilah penyebab kenapa the Secret, yang sebenarnya baru
merupakan perkenalan saja dengan LOA, kurang berhasil membawa dampak
bagi kebanyakan orang. LOA cenderung ditinggalkan lagi, karena dianggap
kurang efektif.
Satu contoh kecil bukti nyata banyaknya mereka yang tidak paham tentang
LOA ini bahkan sesudah menonton dan membaca the Secret (apalagi yang
belum pernah) adalah pertanyaan yang sering muncul "Apakah LOA itu tidak
bertentangan dengan Islam ?"
Banyak hal yang harus diluruskan tentang the Law of Attraction ini,
karena sesungguhnya hukum ini bisa menjadi alat super ampuh kita untuk
mencapai tujuan hidup, bila kita benar-benar memahami dan tahu cara
menggunakannya.
Bagaimanakah cara mudah memahami dan menerapkan teori LOA ? Untuk lebih
memahami teori LOA, cerita pendek tentang seorang bapak yang ingin
makan di warung makan padang, dapat dijadikan analogi untuk menjelaskan
tentang the Law of Attraction (LOA).
Di sini kita akan memakai tokoh Pak Budi. Seorang lelaki biasa saja yang
pada suatu hari merasa lapar dan ingin makan. Maka Pak Budi pun pergi
ke sebuah Rumah Makan Padang untuk membeli makanan. Tetapi rupanya ada
satu masalah. Ketika dia sampai di depan konter, dia tidak tahu pasti
apa yang ingin dimakannya.
Hampir semua jenis makanan ada di situ, dan semua tampak begitu
menggiurkan, Pak Budi tidak tahu harus memilih yang mana, karena jelas
dengan kapasitas lambung yang terbatas, dia tidak akan bisa memakan
terlalu banyak pilihan makanan. Dia harus memilih. Dan dia harus memilih
dengan cepat, si pelayan sudah menunggu, begitu juga beberapa orang
yang sedang antri di belakangnya untuk memesan.
"Mau makan apa, Pak?" tanya si pelayan menyadarkannya dari lamunan.
Tergagap-gagap karena belum tahu hendak memilih apa, Pak Budi menjawab, "Apa aja deh, pokoknya yang enak."
Si pelayan bengong, "Tapi semua di sini dijamin enak Pak. Bapak sebenarnya mau makan apa?"
"Saya bingung, nih, mau makan apa. Terserah mbak, deh. Pokoknya saya mau makan, karena saya sudah lapar banget nih. Cepet ya."
Si pelayan yang tidak habis pikir dengan keeksentrikan pelanggan barunya
ini dengan cepat mengambilkan sepiring nasi dan sepotong tempe serta
sesendok sambal lalu menyerahkannya ke Pak Budi.
Kemudian dengan cepat pula dia mempersilahkan Pak Budi minggir karena
pelanggan di belakangnya yang sudah menunggu harus segera ganti
dilayani.
Pak Budi duduk dengan sebal. Dia lapar, tetapi kebetulan dia tidak
terlalu suka sambal atau tempe. Dan si pelayan hanya mengambilkan dua
macam lauk itu saja untuknya. Menyebalkan sekali, pikir Pak Budi. Tetapi
dia sadar bahwa itu salahnya sendiri karena dia tadi toh bilang
"Terserah Mbak aja deh."
Maka kemudian dia berdiri lagi untuk mengantri, saat ini dia sudah
memutuskan untuk memilih sendiri menunya, agar pas dengan seleranya.
Akhirnya, gilirannya tiba lagi. Si pelayan lagi-lagi bertanya, "Ya Pak, mau makan apa?"
"Eh ... kayaknya rendang daging, tetelan danjerohan itu enak banget ya,
mbak. Saya mau itu, tapi saya gak ingin tambah berat badan atau naik
kolesterol, nih, gimana dong."
Lagi-lagi si mbaknya bengong. "Jadinya, Bapak mau makan yang mana ?"
"Saya ingin rendang daging, tetelan dan jerohan itu. Tapi saya tidak mau kolesterol saya naik, ya. Bisa gak?"
"Wah, Pak, saya sih cuma ngambilin makanan di sini. Saya gak ngerti soal itu. Bapak sebenarnya mau makan apa, sih?"
"Ya, udah deh, kasih saya rendang itu, lengkap. Gemuk, gemuk deh,
kolesterol naik, bodo' deh. Biarin aja lah," omel Pak Budi pada diri
sendiri sambil memutuskan.
Setelah menerima makanannya, Pak Budi duduk untuk mulai makan. Tetapi
dia merasa sangat bersalah dengan apa yang telah dipilihnya sendiri. Dia
tahu dia tidak seharusnya memakan makanan jenis seperti ini demi
kesehatannya sendiri. Setelah beberapa suap, dia berdiri lagi dan
kembali mengantri ke depan konter. Kali ini dia sudah memutuskan untuk
meminta makanan yang lebih sehat dan bersahabat dengan badannya yang
sudah separoh baya.
"Mbak, saya mau ganti pesanan deh. Saya mau makan gado-gado saja, ada?
Itu jauh lebih sehat daripada rendang," ucapnya dengan yakin kepada si
pelayan begitu mendapat giliran.
"Baik, pak. Ada. Tetapi, Bapak harus menunggu sebentar ya, karena menu
gado-gado itu menu special, hanya dibikinkan berdasar . ? . permintaan
supaya selalu segar (Ya, iyalah, ini juga kan Warung Padang, masa pesan
gado-gado, ada-ada aja Pak Budi ini). Jadi silahkan duduk dan mohon
tunggu sebentar, ya," kata si pelayan.
Pak Budi membayar, lalu duduk, menunggu pesanan spesialnya. Tidak lama
kemudian dia menjadi tidak sabaran, karena setiap kali ada pengantar
makanan keluar dari dapur, yang mereka bawa bukan pesanannya, tetapi
pesanan orang lain.
Dia mulai berpikir jangan-jangan dia tertipu, sebenarnya mereka tidak
punya menu gado-gado. Dia juga mulai kesal karena rasa lapar yang
mengganggunya, "Mereka tidak tahu apa, aku sudah sangat lapar sekali?".
Beberapa menit berlalu, dan gado-gadonya belum muncul juga. Maka
kekesalannya pun naik ke kepala. Dengan garang dia mendatangi konter dan
menggebrak meja di sana dengan marahnya.
"Mana pesanan saya. Saya itu sudah lapar. Saya mau makan gado-gado
sekarang. Mana, mana makanan saya? Sebenarnya kalian ini becus kerja apa
gak? Atau, jangan jangan kalian mau menipu saya, gak jualan gado-gado
aja bilangnya ada?" Begitu omel-nya panjang lebar.
Si pelayan dengan tenang menjawab, "Bapak bilang ingin makan, tapi dari
lagak bapak, kayaknya bapak ingin cari gara-gara," katanya sambil
berteriak memanggil dua orang satpam rumah makan tersebut yang bertubuh
kekar.
Mereka kemudian mengusir paksa Pak Budi dengan ancaman akan dipanggilkan
polisi kalau terus membuat keributan. Maka Pak Budi pun terusir dari
warung itu dengan perut masih keroncongan.
Rencananya untuk makan siang dengan enak dan tenang tidak tercapai.
Tetapi dia belajar banyak hal dari pengalamannya itu dan tahu harus
bagaimana lain kali.
Maka, keesokan harinya, kembalilah dia ke rumah makan tadi. Kali ini,
dengan tenang dia mengantri, dengan yakin dia menyebutkan pilihannya,
membayar, lalu duduk dengan sabar menunggu pesanannya diantarkan. Ketika
menunggu itu Pak Budi melihat bahwa ternyata banyak juga pengunjung
lain yang sedang memakan gado-gado, sama seperti pilihannya. Ini membuat
dia yakin bahwa benar gado-gado istimewa yang sehat yang telah
dipesannya tadi akan bisa dia dapatkan.
Dia menunggu sambil membayangkan betapa nikmatnya makan makanan yang
benar-benar diinginkannya dan yang dia tahu baik untuk kesehatannya,
sehingga tanpa terasa waktu berlalu, dan tiba-tiba seorang pelayan telah
muncul di depannya dengan makanan yang telah dinanti-nantikannya.
Makanan lezat penuh sayuran hijau yang tidak bakal menyumbat arterinya.
Maka makanlah Pak Budi dengan bahagia.
Apakah hubungannya cerita warung makan padang seperti diatas dengan
teori LOA ? Sebenarnya, dari cerita pendek tersebut, ada beberapa
pelajaran penting yang bisa kita tarik dari analogi Law of Attraction
dengan memesan makanan di Restoran Padang. Memang benar bahwa hukum Law
of Attraction (LOA) memungkinkan kita untuk mendapatkan apapun yang kita
inginkan. LOA adalah hukum yang diciptakan Tuhan sebagai sebuah
Operating System jagad raya ini untuk memastikan siapapun tanpa kecuali
bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup mereka.
Ibaratnya dunia ini adalah sebuah rumah makan, maka LOA adalah si
pelayan rumah makan tersebut yang akan mengambilkan makanan apapun yang
pelanggannya inginkan. Si pelayan rumah makan tadi adalah si LOA yang
akan mengambilkan apapun yang pelanggannya mau. Tetapi untuk bisa sukses
dengan Law of Attraction ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan si
pengunjung rumah makan untuk memastikan agar si pelayan bisa
mengambilkan apapun yang dimintanya dengan tepat.
Dengan kata lain, untuk membuat LOA bekerja dengan efektif dalam hidup
kita, agar kita bisa sukses dengan Law of Attraction, paling tidak ada 4
hal berikut ini yang harus kita perhatikan :
1. Pertama, kita harus tahu benar apa yang kita inginkan dan yang
butuhkan. Kalau tidak, bisa jadi kita hanya akan mendapatkan apa yang
dipilihkan oleh si pelayan, yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang
benar-benar kita inginkan.
Begitu juga jika kita perlu waktu lama untuk memutuskan apa yang kita
inginkan, maka berarti akan lama juga waktu tunggu kita. Lebih parah
lagi, kalau kita tidak tahu apa yang kita inginkan, bisa jadi kita tidak
akan pernah mendapatkannya. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui
dengan pasti berdasarkan skala prioritas, tentang apa yang kita inginkan
dalam hidup ini sebagai langkah pertama menuju kesuksesan hidup yang
kita cari.
2. Agar bisa sukses dengan Law of Attraction, langkah keduanya adalah
kita harus memintanya secara eksplisit. Dengan kata lain, kita harus
melakukan pemesanan. Bila kita masuk sebuah rumah makan tetapi tidak
memesan, maka silahkan saja tunggu sampai kiamat untuk mendapatkan apa
yang kita inginkan tadi.
Dalam hidup kita, kita memesan kepada Tuhan apa yang kita inginkan. Lalu
pelayan-Nya, si Law of Attraction-lah yang akan membawakan keluar
pesanan kita.
3. Ketiga, agar kita sukses dengan Law of Attraction, kita harus
kongruen (congruent) atau bulat. Maksudnya, kita hanya akan mendapatkan
apa yang kita inginkan bila kita menginginkannya dengan keseluruhan
kesatuan hati, pikiran, tindakan dan kata-kata kita. Semuanya harus
sinkron dan fokus menginginkan hal yang sama.
Jadi tidak bisa kita menginginkan hanya dengan sekedar kata-kata saja,
atau action saja, atau pikiran saja, misalnya. Keempat unsur tadi (hati,
pikiran, kata-kata dan tindakan) harus bersatu menunjukkan keinginan
yang sama : pikiran kita, hati kita, kata-kata kita, tindakan kita,
keempatnya harus menginginkan hal yang sama, bila ingin sukses dengan
Law Attraction.
Sebagai contoh, misalnya kita sering makan siang dengan seorang kenalan
yang kebetulan overweight atau kegemukan. Dengan tinggi hanya 160 cm,
berat badannya mencapai 110 kg. Dia tidak henti menceritakan pada kita
tentang semua obat, jamu dan metode pelangsingan badan yang dia telah
coba untuk menurunkan berat badannya. Dia bilang, dia sangat ingin berat
badannya turun barang 5 kilo saja. Tetapi pada saat yang bersamaan, dia
memesan 4 porsi mie ayam serta satu mangkok bakso untuk dilahapnya
sendiri. Kata-katanya menyebutkan dia ingin langsing, tapi tindakannya
tidak.
Kita pasti juga pernah melihat contoh berikut ini. Ada yang bilang ingin
sehat tetapi cemilannya donat dan soda, tidak pernah olah raga, dan
suka merokok dsb.
Ada yang bilang ingin bahagia tetapi kerjanya jutek terus terhadap orang
lain. Atau sebaliknya, ada orang yang sangat ingin kaya, tetapi
mulutnya tidak berhenti juga mencerca mereka yang sudah kaya. "Orang
kalau sudah kaya memang sering lupa daratan.", kata mereka, atau "Orang
kaya itu kebanyakan serakah, berapapun hartanya pasti masih merasa
kurang.", atau "Jangan terlalu kaya, nanti terjebak hal yang haram." dan
pandangan-pandangan lain sejenis ini.
Contoh-contoh ini menunjukkan betapa tidak sinkron atau kongruennya
keempat unsur dalam diri manusia, hati, pikiran, kata-kata, dan
tindakan, yang menyebabkan tidak bisa terwujudnya apapun yang mereka
inginkan. Sulit sekali mencapai sukses bahkan dengan Law of Attraction
sekalipun bila kita tidak kongruen.
4. Keempat, bersabarlah ketika menunggu
Kalau kita ingin Law of Attraction bekerja maksimal untuk "mengambilkan"
pesanan kita, kita harus bersabar "menunggu" pesanan kita. Jangan
pernah berputus asa akan apa yang kita inginkan tadi. Jangan pernah
berpikir untuk menyerah, berhenti menginginkan atau sekedar was was
bagaimana kalau tidak dikabulkan. Yakinlah, bahwa kita pasti
mendapatkannya. Hanya masalah waktu. Untuk bisa bersabar, agar tidak
selalu was-was dan harap-harap cemas selagi menunggu, kita harus mengisi
hidup kita dengan hal-hal yang menyenangkan.
Penuhi dengan rasa syukur akan anugerah-anugerah dan keindahan-keindahan
"kecil" yang terjadi setiap harinya. Ibaratnya Pak Budi di atas, dia
mungkin akan bisa lebih bersabar seandainya ketika sambil menunggu itu
dia mengisi TTS, membaca majalah, mendengarkan musik atau apa. Atau
kalau memang dia sudah lapar sekali, jangan hanya memesan satu jenis
makanan saja yang masih harus dipersiapkan, dia bisa juga meminta
minuman, atau makan cemilan yang tersedia untuk mengganjal perutnya
sementara menunggu.
Karena itulah, dalam konsep LOA juga diajarkan bahwa untuk sukses kita
harus terus bersyukur, menjalani kehidupan kita seperti biasa, dan fokus
kepada hal-hal yang menggembirakan kita. Kehidupan kita berlangsung
saat ini juga, bukan nanti ketika semua keinginan sudah terpenuhi.
Bahkan keinginan akan segera terpenuhi bila kita tidak terus
"menanti-nanti". Juga, pastikan kita tidak memiliki hanya satu atau
sedikit saja permintaan untuk bisa sukses total. Semakin lapar kita,
semakin banyak makanan yang harus kita pesan.
Semakin susah hidup kita, semakin banyak yang harus kita minta
kepada-Nya berdasarkan skala prioritas, untuk membuat hidup kita terasa
mudah. Kita perlu sukses tidak hanya di rumah tangga, tetapi juga dalam
hidup bertetangga, dalam pekerjaan, dalam usaha, dan dalam urusan
spiritual, dan sebagainya.
Mintalah banyak hal berdasarkan skala prioritas, agar rasa lapar kita
terganjal dan tidak terasa. Semakin lapar kita, semakin banyak kita
harus memesan makanan tambahan. Itulah penjelasan dan analogi sangat
sederhana untuk menjelaskan cara kerja sukses dengan the law of
attraction dalam membantu mewujudkan semua impian kita dengan konsep The
Law of Attraction.
Hukum Tuhan dalam LOA ini, bila kita terapkan dengan benar, tidak akan
meleset dalam membantu kita menikmati kesuksesan apapun yang kita
inginkan. Ud'uni astajib lakum.....m
Ya Rabb,
Aku bersyukur
Belum memiliki semua yang kuinginkan
karena itu memberiku alasan untuk mengejarnya
Aku bersyukur tidak mengetahui segalanya
karena itu memberiku kesempatan untuk belajar
Aku bersyukur,
Engkau beri masa-masa sulit
karena itulah aku dapat tumbuh dan berkembang
Aku bersyukur untuk keterbatasanku dan ketidak sempurnaanku
karena itu memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri
Aku bersyukur atas semua cobaan dan tantangan
karena aku yakin akan membangun kekuatan dan karakterku
Aku bersyukur atas rasa sedih, susah, duka dan nestapa
karena merekalah aku bisa lebih tegar dan bijak
Aku bersyukur atas segala kelelahan dan kegagalan
karena mereka memberiku pelajaran yang berharga
Aku bersyukur atas letih, lelah dan capekku
karena mereka kawan terbaik usahaku
Ya Rabb
Aku bersyukur Engkau tidak menjadikan segalanya mudah bagiku,
karena disanalah aku menemukan makna hidupku, dan lebih mendekatkan diri kepada Mu.
*dikompilasi dari beragai sumber